translate

Tampilkan postingan dengan label CerPen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CerPen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

Baca Ini Sebelum Menyesal..!! JANGAN PERNAH MEMBENCI ADIK..!! :)

Hehe..cuman mau share aja.. >.^)v
Lagi maen-maen di forum, malah nemuin kisah beginian.. :)

Oke, langsung aja..
Cekidot.. ~(". )



Kulihat kembali tumpukan surat kabar di rak meja ruang tamu. “Kecelakaan Garuda Tewaskan Ratusan orang,” itulah topik yang selalu diberitakan dan menjadi hampir di semua surat kabar nasional yang terbit sekitar sebulan lalu. Tragedy itu jugalah yang menewaskan kedua orang tuaku dan membuat adikku satu-satunya terbaring koma sampai detik ini. Ada rasa sesal, sedih, kecewa, marah, dan benci yang teramat sangat. Kalau saja Tita adikku, tidak selalu merengek ingin liburannya ke Paris, pasti kecelakaan itu tidak akan membuatku, yang masih menjadi mahasiswa tingkat III, menjadi yatim piatu secepat ini.


Mungkin predikat anak sial yang ku deklarasikan untuk Tita memang tidak salah. Selama 15 tahun kurasakan betapa bahagianya menjadi anak tunggal yang selalu dimanja. Orang tuaku yang merupakan pengusaha sukses selalu memberikan apapun yang ku minta. Tapi kehadiran seorang adik di tengah-tengah kami menjadikan hidupku berubah 180 derajat. Mama lebih memperhatikan Tita, dan menyuruhku selalu mengalah. Tidak hanya itu, kedua orang tuaku pun selalu membelanya meskipun jelas-jelas Tita-lah yang bersalah. Ibarat putri raja yang seketika menjadi anak tiri. Menyebalkan !!! Kebencian itu sudah kupupuk semenjak mama dinyatakan positif hamil. Dan setiap hari hanya stress yang aku rasakan bila sudah berada di dalam rumah, karena tidak ada sedetik pun yang terlewat bagi Tita untuk tidak mengganguku.


Kejadian kecelakaan itu tidak membuat setitik pun rasa iba, bahkan kebencianku semakin memuncak padanya. Dialah yang merebut kebahagiaanku, dan dialah yang telah merenggut nyawa kedua orang tuaku. Kejadian itu benar- benar membawa kesialan bagi kehidupan pribadiku. Aku sudah tidak ada waktu lagi untuk jalan dengan teman-temanku. Bahkan Indra, pacarku, memutuskan hubungan kami hanya karena aku terlalu sibuk dengan Tita. Selama sebulan di rumah sakit, aku baru menjenguk Tita 3 kali, itupun hanya untuk mengurus administrasi dan sekerdar formalitas di depan dokter saja. Hari ini aku menjenguk Tita. Gadis kecil yang diperlengkapi dengan selang dan alat bantu kehidupannya lainnya itu, terbaring di ruang ICU yang cukup luas dan bernuansa putih-putih. Saat melihat wajah itu hatiku selalu menjerit, “Dasar Pembunuh!! Kenapa kamu tidak mati saja sekalian! Anak sial, kamu tidak hanya merebut mama dan papa tapi teman-teman saya, Indra, dan semua kebebasan saya!!” tak terasa air mata mengalir di pipiku, bukan air mata kesedihan, tapi jelas air mata kebencian. Kenapa Tuhan tidak mencabut nyawanya saja sekalian. Kehidupannya hanya akan menjadi beban seumur hidupku!!


Tak kuasa menahan tangis, akhirnya aku keluar menuju taman rumah sakit dan duduk di salah satu bangku taman yang terlindung sengatan matahari oleh sebuah pohon yang rindang. Dan di situlah air mataku mengalir deras. Tiba-tiba kusadari ada gadis kecil dengan rambut dikuncir dua sedang memperhatikanku. Seketika itu pula aku teringat Tita, dan kebencian itu mendidihkan darahku kembali.


“Ngapain sih? Tidak ada kerjaan apa ngeliatin orang nangis. Anak kecil kayak kamu bukannya sekolah malah main-main di rumah sakit!” bentakku.


Yang dibentak hanya tersenyum.


“Namaku Rara, kakak siapa?”

“Yee… nih anak bukannya pergi. Udah deh, kakak lagi stress, jangan bikin kepala kakak jadi mumet.”

“Semua orang yang ke rumah sakit pasti mumet, tapi itulah hidup, kadang sehat, kadang sakit. Orang suka lupa sama tuhan kalau lagi sehat, tapi kalau sakit, apalagi deket-deket mau meninggal, eh bukannya taubat malah nyalahin Tuhan, kok tuhan ngasih cobaan seberat ini,” jawabnya yang membuatku melongo.

“Ih, dasar anak kecil sok tahu!!”

“Aku tahu, adik kakak sedang koma ya”

“Gak usah dibahas deh!! Gara-gara dia, mama dan papa meninggal.”

“Dia beruntung karena dia masih punya kakak. Aku juga sakit. Suatu saat nanti Tuhan akan mengambil penglihatanku, tapi aku yakin Tuhan akan membantu dalam kebutaanku karena Dia selalu adil pada semua orang, dan tidak akan membiarkan seorangpun mendapat cobaan yang tidak bias ditanggungnya.”


Kejadian hari itu benar-benar telah membuka mata hatiku. Seorang anak kecil telah mengajarkanku arti kehidupan. Ia benar, Tita hanya tinggal memilikiku. Aku tak pernah membayangkan bagaimana perasaannya saat ia tahu mama dan papa telah meninggal.


Entah mengapa akhir-akhir ini aku malah merindukan kehadiran Tita. Rumah ini benar- benar sepi tanpa canda dan kata-kata polosnya yang selalu membuat mama terpingkal-pingkal. Kulangkahkan kakiku ke kamar Tita di lantai atas. Kamar yang bernuansa pink, gambar kartun dimana-mana. Kamar yang tak pernah kudatangi sejak tragedi itu.


Tiba tiba mataku menangkap sebuah buku harian bergambar mickey mouse. Kubuka lembar demi lembar. Tak kusangka gadis berusia 7 tahun itu menulis segalanya tentang diriku.



“Kak Aurora adalah kakak paling cantik di dunia. Aku sayang padanya, amat cinta padanya. Aku hanya ingin kakak bahagia, aku ingin seperti teman-teman, aku ingin kakak mengajakku jalan- jalan, aku ingin kakak mengajariku matematika, karena dia sangat pintar. Tapi kok kakak tak pernah mau ya?? Aku sedih. Aku pernah Tanya sama mama apa kakak membenciku, tapi kata mama kakak sangat sayang padaku, dia Cuma tidak enak badan, makanya malas ngomong sama aku. Aku suka ngejailin kakak, karena aku mau main sama kakak, tapi aku sedih karena kakak menampar mukaku. Aku tidak bilang sama papa, takut kakak dimarahi, dan nanti malah membenciku. Aku nangis semalaman saat kakak membuang kado ulang tahun yang aku kasih, padahal aku membeli kado itu dengan uang jajan yang aku tabung selama seminggu, sampai- sampai aku lapar karena tidak bisa jajan. Kakak,marah-marah waktu baju pestanya bolong. Tadinya aku Cuma ingin menyetrika baju itu biar tidak kusut, tapi pas lagi nyetrika, aku dipanggil mama, eh aku lupa, bajunya jadi bolong, terus aku dimarahin abis-abisan deh. Diari, aku punya rahasia besar!! Kakak kan punya pacar namanya Indra, tapi aku tidak suka sama dia!! Aku tau dia punya pacar lain, kak veronica, sahabat kak Aurora. Aku pernah liat mereka mesra-mesraan waktu aku nganterin mama ke mall. Tapi aku tidak berani bilang karena aku takut kakak marah dan tidak percaya, aku takut ditampar kayak waktu itu. Asyiik… besok aku ke Paris sama mama dan papa, tapi kakak tidak ikut karena lagi ujian, tapi aku janji akan beliin oleh- oleh yang buaaaanyak untuk kakak. Aku ingin kakak juga bahagia…”



Air mataku mengalir deras, kapalaku seperti terhantam ombak. Ya Tuhan, bagaimana selama ini aku menyia-nyiakan adik kandungku.


Kecintaannya kepadaku yang mendalam malah kubalas dengan kebencian yang membara. Kado itu, baju pesta itu, dan tamparan yang merupakan puncak kekecewaanku, rahasia tentang Indra…..BODOH!!! Kamu adalah manusia yang paling kejam di dunia, Aurora. Adik yang bagaikan malaikat itu telah kau sakiti hatinya! Telah kau robek perasaannya! Adik yang selalu mengingatmu dan selalu berusaha untuk membahagiakanmu, malah kau tindas! Aku kembali teringat dengan tamparan itu. Aku menamparnya dengan sangat keras, sampai pipinya benar-benar merah, tapi ia hanya tersenyum dan bilang “Terima kasih, Kak.”


Ya Tuhan, izinkan aku untuk menebus dosa dan kesalahanku. Tapi….semua itu terlambat. Tepat pukul 23.00 WIB malam itu, pihak rumah sakit meneleponku dan mengabarkan Tita telah pergi untuk selama-lamanya.


Sekarang aku sendiri, hanya sendiri. Permohonan bodohku agar Tuhan mengambil nyawa adikku benar-benar terkabul. Seminggu setelah pemakaman Tita, aku kembali ke rumah sakit untuk menemui Rara, tapi pihak tumah sakit mengatakan bahwa Rara telah meninggal semingu yang lalu. Ia terlindas truk, karena pada saat menyeberang, penyakit gloukoma yang selama ini dideritannya telah menyebabkan kebutaan yang mendadak, sehingga ia tak mampu melihat saat ada truk yang melintas.Rara adalah gadis kecil yang selama ini dirawat oleh pihak rumah sakit. Dulu, Rara ditemukan di sebuah selokan karena dibuang oleh ibu kandungnya sendiri.


Dua orang gadis kecil yang telah mengajariku arti kehidupan dan memberikan cinta kepadaku, kini telah pergi untuk selamanya. Hanya penyesalan yang tersisa, tapi itu menjadi pelajaran yang amat berarti untuk masa depanku. Merakalah malaikat kecil yang selalu ada dan tetap akan ada untuk selamanya di dalam hatiku.


-THE END-


sumber: www.forumbebas.com/thread-160143.html


semoga kisah ini bermanfaat buat pembaca.. :)
dikutif  Oleh Handoyo Margi Waluyo

Cerita Seorang Ibu Tentang Anak-anaknya

Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.


”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?”, tanya si pemuda.


“Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke-2”, jawab ibu itu.


”Wow, hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.


Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahunya, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.


”Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang ke-2 ya bu? Bagaimana dengan kakak adik-adiknya?”


”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita:

”Anak saya yang ke-3 seorang dokter di Malang, yang ke-4 kerja di perkebunan di Lampung, yang ke-5 menjadi arsitek di Jakarta, yang ke-6 menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke-7 menjadi Dosen di Semarang.”


Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak ke-2 sampai ke-7.”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu?”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.


”Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu…...kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedangkan dia cuma menjadi petani.“Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ”Ooo, tidak, tidak begitu nak...justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani.




”Pelajaran Hari Ini: Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara, “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN.”

semoga note ini bermanfaat.. :)
 Oleh Handoyo Margi Waluyo

CERNA [CERita bermakNA] - Perangkap Tikus Oleh

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam, "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?"


Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,


"Ada perangkap tikus di rumah!....di rumah sekarang ada perangkap tikus!...."


Ia mendatangi ayam dan berteriak, "Ada perangkap tikus!"


Sang Ayam berkata, "Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"


Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata, "Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan."


Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"


Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular. Sang ular berkata, "Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"


Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.


Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.


Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.



PESAN:

SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI..!!


Semoga note ini bermanfaat.. :)

 Oleh Handoyo Margi Waluyo

Tes IQ ! ayo siapa yang IQ nya lebih tinggi dri aku...?

IQ Test
QuickIQTest.net - IQ Test

Mohon tunggu sebentar ...

kiroro best friend

1

IP

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management
Free Witch ani Cursors at www.totallyfreecursors.com